03_YUS WIDIANTINI_JURNAL REFLEKSI
MINGGUAN 13
Model 9:
Gaya Round Robin
Hal yang paling saya kuasai setelah pembelajaran
minggu ini yaitu tentang 5 kompetensi sosial dan emosional antara lain :
1. 1. Kesadaran
diri
Self awareness berkaitan dengan kemampuan
untuk mengenali diri secara akurat mengenai emosi, pikiran dan nilai diri.
Seseorang yang memiliki kesadaran tinggi yang tinggi mampu mengenali
keterkaitan antara perasaan, tindakan dan pikiran yang dilakukan.
Apakah hanya itu saja? Tidak.
Orang yang punya kesadaran diri
yang tinggi akan mampu menilai secara akurat kekuatan dan keterbatasan diri.
Alhasil, tingkat percaya dirinya, mindset, optimisnya sangat kuat.
Karena hal tersebut, kesadaran diri perlu ditanamkan sejak kecil untuk membantu
tumbuh kembang anak.
Lantas, kemampuan apa saja yang
berkaitan dengan kesadaran diri? Setidaknya ada 5 kemampuan yang berkaitan
dengan kesadaran diri, yaitu:
·
Mengidentifikasi emosi: seseorang harus mengidentifikasi emosi
yang dimiliki karena mosi ini berkaitan erat dengan aktivitas yang dilakukan.
Jika tak mampu mengidentifikasi diri dan mengontrolnya, seseorang akan
kesulitan untuk beraktivitas dan bersosialisasi.
·
Self-perception yang akurat karena pada dasarnya kesadaran
diri berkaitan dengan diri sendiri. Anak perlu mengenali bagaimana dirinya,
apakah baik atau buruk. Dengan begitu, anak akan paham dan mengerti dirinya
sendiri dan mengontrol dirinya termasuk tingkah lakunya.
·
Mengenali keunggulannya karena masing-masing anak memiliki
keunggulan yang berbeda. Mengenali sisi plus dari anak bisa
membantu perkembangan sosial emosinya. Jadi, anak bisa fokus pada keunggulan
yang ada di dirinya dan bukan fokus kekurangan.
·
Memiliki kepercayaan diri yang akan sangat berpengaruh untuk
kehidupan sosialnya. Misalnya berinteraksi dengan orang lain.
·
Memiliki keyakinan diri untuk mencapai tujuan dengan kemampuan
yang dimiliki.
2. Pengelolaan
diri
Kompetensi manajemen diri ini
berkaitan mengenai kemampuan untuk mengatur emosi, pikiran, perilaku di
berbagai situasi. Kemampuan ini juga berkaitan dengan penanganan stress,
mengontrol hasrat, bertahan menghadapi tantangan untuk mencapai tujuan.
Ada 6 kemampuan yang berkaitan
dengan manajemen diri, yaitu:
·
Menahan hasrat atau nafsu yang berkaitan dengan menunda perayaan
atau kepuasaan diri sendiri. Kemampuan ini juga berkaitan dengan unjuk gigi di
saat yang tepat atau berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Dengan begitu,
anak bisa tahu, kapan harus bertindak dan kapan harus menahan diri.
·
Manajemen stress untuk membantu anak bertahan di kondisi tertentu,
misalnya saat belajar, sehingga tujuannya tercapai.
·
Mendisiplinkan diri dan dalam hal ini termasuk mengontrol perasaan
dan hasrat diri. Self-discipline juga bisa dikatakan sebagai
kemauan diri untuk menahan diri agar bisa fokus ke tujuan yang sudah dibuat.
·
Mengatur tujuan yang ingin dicapai. Dalam mengatur goal perlu
mempertimbangkan SMART untuk menyesuaikan dengan kemampuan anak. SMART adalah
singkatan dari specific, measurable, attainable, realistic, timely.
·
Memotivasi diri: anak butuh dorongan dari dalam dirinya sendiri
agar bisa bertindak untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Tanpa adanya
motivasi diri, seseorang hanya bisa berjalan di tempat dan tidak akan mengalami
proses yang berarti.
·
Kemampuan berorganisasi yang akan bermanfaat untuk mengatur
informasi dan waktu. Dengan begitu, anak akan lebih terorganisir, produktif dan
memaksimalkan waktu serta menyaring informasi yang relevan dengan tujuan.
3. 2. Kesadaran
sosial
Kesadaran sosial berkaitan dengan kemampuan
untuk bisa berempati dengan orang lain dan mengambil perspektif dari berbagai
sudut pandang. Singkatnya, kemampuan ini berkaitan erat dengan norma dan etika
berperilaku terutama di kelompok misalnya di masyarakat.
Kemampuan akan kesadaran sosial
ini sangat membantu anak untuk bisa memahami dan menghormati orang lain.
Kemampuan ini tentu akan sangat bermanfaat ketika anak dewasa dan menemui
banyak orang dengan latar belakang yang berbeda.
Bagaimana jika seseorang tidak
punya social awareness? Orang tersebut akan tumbuh dengan rasa
benci, mudah menghakimi dan tidak bisa berpikiran terbuka. Orang tersebut fokus
pada dirinya sendiri dan masa bodoh dengan apapun yang terjadi di sekitarnya.
Maka dari itu, sejak kecil anak
perlu dibimbing dan dilatih mengenai kesadaran sosial. Ada 4 kemampuan
atau skill yang perlu dimiliki, yaitu:
·
Pengambilan atau melihat dari perspektif: kemampuan ini berkaitan
erat dengan pemahaman dari sudut pandang yang berbeda di kondisi dan situasi
tertentu. Anak perlu belajar untuk mencoba memahami situasi yang berbeda untuk
memahami kondisi sekitarnya.
·
Empati berkaitan dengan memahami apa perasaan orang lain karena
seakan menempatkan diri di posisi orang tersebut.
·
Mengapresiasi dan menghormati perbedaan yang dimiliki antar
individu. Jadi, anak Anda tidak membeda-bedakan orang berdasarkan pada asalnya,
bahasanya, kulit tubuhnya, kondisinya, jenis kelaminnya, kepercayaannya
terutama saat berteman.
·
Menghormati orang lain dengan pikiran terbuka dan tidak
sembarangan melakukan penghakiman atas kondisi tertentu. Dalam melatih anak,
cobalah untuk memulai untuk mengajarkan pada anak untuk tidak saling membenci.
Anda juga bisa menunjukkan dengan tindakan bagaimana cara menghormati dan
berpikiran terbuka.
4. 3. Keterampilan
sosial
Kemampuan berelasi ini berkaitan dengan
kemampuan seseorang untuk membangun dan memelihara suatu hubungan yang sehat
antar individu dan kelompok.
Dengan kata lain, kemampuan
berelasi ini berkaitan erat dengan kemampuan berkomunikasi seseorang.
Bayangkan, tanpa adanya
komunikasi, apakah seseorang bisa bersosialisasi dengan baik? Tidak.
Kemampuan berelasi ini akan
sangat bermanfaat untuk anak ketika bekerja sama dalam tim, baik tim kecil
ataupun tim besar.
Kemampuan berelasi ini juga
berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk bertahan dari tekanan, meminta atau
menawarkan bantuan ke orang lain.
Ada 6 kemampuan atau skill yang
perlu dipahami dalam kompetensi relationship skill, yaitu:
·
Berkomunikasi dengan jelas: komunikasi yang Anda tangkap mungkin
berkaitan dengan berbicara atau menyampaikan pendapat. Namun, komunikasi dalam
hal ini juga berkaitan dengan memahami gesture atau bahasa tubuh, ekspresi
sehingga bisa meminimalisir kesalahpahaman.
·
Mendengarkan dan meresponnya dengan baik. Untuk menjadi pendengar
yang baik, tentu kemampuan kontak mata, fokus, memahami ekspresi muka dan
memberikan jawaban diperlukan.
·
Bekerja sama dengan yang lain untuk meraih tujuan. Dalam kemampuan
ini, sebagai individu, anak dituntut untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan
yang lainnya. Dengan begitu, anak akan lebih menghormati pendapat orang lain
dan bekerja sama untuk keperluan tim.
·
Tahan dari tekanan sosial dan kemampuan ini sangat erat kaitannya
dengan self management skill. Anak yang mampu bertahan dari tekanan
sosial dapat bertahan untuk tidak terlibat dengan sesuatu yang berpotensi
merusak diri.
·
Perundingan masalah secara konstruktif yang melibatkan pencapaian
untuk saling memuaskan dan memenuhi kebutuhan dari semua pihak. Dengan kata
lain, skill ini berkaitan erat dengan musyawarah mufakat untuk membuat dan
menentukan solusi yang adil untuk semua pihak.
·
Menawarkan dan mencari bantuan jika diperlukan karena tidak semua
orang mampu bertahan di kondisi yang berbeda-beda. Jadi, perlu pemahaman yang
baik untuk mengenali situasi dan apa yang dibutuhkan/ditawarkan ke orang lain.
Dengan begitu, aktivitas bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuan.
5. Pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab
Kemampuan ini berkaitan dengan pembuatan
pilihan konstruktif yang benar dan cara bertindak sesuai etis, norma sosial dan
keselamatan.
Namun pertanyaannya, bagaimana
seseorang terutama anak tahu mana yang benar dan mana yang salah? Bagaimana
pula memutuskan sesuatu dengan benar sesuai situasi dan kondisi?
Orang dewasa secara alami mampu
menilai dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Sedangkan untuk
anak, Anda masih perlu memberitahu mana yang benar dan mana yang salah.
Untuk lebih jelasnya, ada 5
skill yang berkaitan erat dengan responsible decision making yang
perlu Anda tahu, yaitu:
·
Mengidentifikasi masalah: apakah masalah yang dihadapi tersebut
mudah atau susah. Dalam pembelajaran, anak akan dihadapkan dalam suatu masalah
dan biarkan anak untuk bertindak sendiri. Lihat dan bimbing apakah anak mampu
mengidentifikasi masalahnya atau justru sebaliknya dan butuh bantuan dari orang
dewasa.
·
Menganalisa situasi yang berkaitan erat dengan mengidentifikasi
masalah. Untuk menganalisa situasi, tentu anak Anda harus melihat dari sudut
pandang yang berbeda. Dengan begitu, anak Anda bisa mengetahui masalahnya
seperti apa dan cara mengatasinya.
·
Mengatasi masalah yang dihadapi. Dalam hal ini, anak harus tahu
kemungkinan yang akan terjadi jika keputusan tersebut diambil. Misalnya apakah
akan merugikan salah satu pihak atau cukup adil untuk semua pihak.
·
Mempertimbangkan tanggung jawab dari keputusan yang diambil. Dalam
pembelajaran, anak perlu mempertimbangkan mengenai norma yang berlaku.
·
Evaluasi dan introspeksi diri sebagai bentuk perubahan atas
keputusan yang diambil. Anak perlu tahu apakah keputusan tersebut tepat atau
tidak dan kemudian mengevaluasi sehingga ada perbaikan di masa depan.
Saya merasa hal
tersebut bisa membuat saya sangat menguasainya karena saya bisa langsung
menerapkannya dalam pembelajaran di kelas dan di rumah juga
2) Apa hal yang belum Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Apa
yang akan Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut?
Hal yang belum saya
kuasai setelah pembelajaran minggu ini yakni penerapan kompetensi sosial dan
emosional degan cara mengajarkan dan mempengaruhi. Saya akan berdiskusi dengan
teman CGP lain, rekan sejawat maupun mencari informasi dari internet dan buku
sumber lainnya
3) Apa hal yang masih membingungkan Anda dari pembelajaran hari ini?
Ceritakan hal-hal apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan
Hal yang membingungkan saya dari pembelajaran
minggu ini yaitu cara penerapan kompetensi sosial dan emosional menggunakan cara
“mengubah”. Saya sulit sekali menemukan ide untuk menerapkan kompetensi sosial dan
emosional menggunakan cara mengubah
Komentar
Posting Komentar